hanya sebuah analogi
cuman lg ingin beranalogi. anggap saja gue adalah orang yang selalu hidup di dalam gelap selama 14 tahun, karena dari awal hidup dalam gelap, gue biasa aja menjalani hari. kalo orang bilang “aku takut gelap” gue bilang “biasa aja tuh”. sampai pada suatu saat gue terpikir untuk menyalakan lampu untuk pertama kalinya. dan sejak saat itu gue ga hidup di dalam gelap lagi, hidup gue terang, sama seperti yg lainnya.
akhirnya gue bisa merasakan hidup dalam terang, sangat menyenangkan. gue baru tau kenapa orang-orang ingin hidup di dalam terang. tetapi, lama kelamaan, gue inget kehidupan yang lama di dalam gelap. cahaya lampu terlalu menyilaukan untuk mata gue yang ga terbiasa oleh terang. kehidupan gue yang selalu dalam gelap membuat gue pengen kembali kayak dulu lagi. hidup dalam gelap. dan akhirnya gue mutusin untuk kembali kayak dulu lagi, hidup tanpa cahaya.
sesaat sebelum gue matiin saklar lampu untuk pergi ke kehidupan gue yang sebelumnya, gue inget pertama kali gue menekan saklar lampu itu sampe lampunya menyala, pertama kali gue merasakan hangatnya cahaya. seperti apa yang dikatakan seseorang: “saat lo ada di akhir, lo pasti inget lagi apa aja yang terjadi di awal” dan itu membuat gue ingin tetap di bawah cahaya. tapi gue udah terlanjur mutusin.
selama 14 tahun gue hidup dalam gelap, gue baru merasakan gimana rasanya berada di kegelapan yang sebenarnya. gimana rasanya takut di dalam gelap, gue merindukan cahaya.
gue simpulin, lo ga akan ngerasa gelap, sebelum lo ngerasain cahaya. “lo ga akan pernah ngerasa sendirian, sebelum lo pernah ngerasa berdua”
